Kartupos yang Mulai Langka
Oleh: Agus Wahyudi, Palembang
Saya pernah (dan masih) tertarik untuk mendapatkan hadiah undian dengan mudah, cukup dengan format ketik HP (spasi) A/B/C kirim ke 9999. Sungguh gampang kan? Biasanya biaya per SMS-nya berbeda, bukan tariff normal, mereka menyebut tariff premium Rp 2.000,- (belum termasuk Ppn). Sudah tidak terhitung berapa kali mengirimnya, dan saya yakin jawabannya benar, karena selain pertanyaannya mudah juga tinggal pilih jawaban namun sampai saat ini belum pernah dapat hadiah yang ditawarkan. Sepertinya undian model begini bukan sekedar arisan, tapi memang kategori gambling. Penyelenggara bagaikan sang Bandar yang main dengan teori probabilitas.
Menarik lho, dengan modal sekitar Rp 2.500,- berkempatan dapat hadiah yang tersedia untuk 2 pemenang @ Rp 500.000,- setiap malam, tepatnya tengah malam. Kalaulah setiap malam terdapat minimal 500 SMS jawaban masuk, maka hitungannya sudah bisa dianggap impas. Dapat Rp 1.000.000,- diberikan lagi sebagai hadiah Rp 1.000.000,-. Sedangkan biaya operasional dianggarkan tersendiri yang kelak/diharapkan akan dapat ditutupi dari penghasilan selirih kelebihan jumlah SMS yang masuk. Nggak tahu apakah saat ini masih ada, sebab jarang tidur larut lagi sih.
Koleksi Mahal
Salah satu kunci memenangkan lomba filateli adalah adanya “barang langka” di dalam koleksi Anda. Barang langka ini bisa berupa barang yang memang sangat mahal harganya, atau memang barang yang tidak mudah dijumpai di bursa atau pasar koleksi. Untuk barang yang tidak mudah dijumpai di pasar misalnya adalah ada surat (misalnya SHP atau sampul peringatan yang dibubuhi tandatangan asli mantan Presiden, atau surat dari Direktur Penjara Alcatraz ke nama dan alamat Anda, atau surat dari Vatikan, atau surat sejenis lah). Surat ini sebenarnya tidak begitu mahal membuatnya, karena Anda tinggal mengirim surat ke mereka, lalu tunggu balasannya. Atau pas ada kesempatan bagus, Anda bertemu dengan tokoh, minta tanda tangan beliau di salah satu benda koleksi Anda (biasanya sampul/amplop atau kartupos).

Bila Anda ingin memiliki benda-benda koleksi yang mahal, sudah barang tentu Anda harus siapkan uangnya. Tetapi, mahal itu berapa sih? Oke, salah satu contohnya adalah, kunjungi saja salah satu situs yang menawarkan “barang-barang langka”, yaitu pada link di bawah artikel ini. Di situs ini tersedia berbagai benda koleksi, mulai dari prangko kuno, amplop dari jaman susah (misalnya dari Perang Dunia I dan II, termasuk dari dalam penjara).
Berapa harganya? Ada beberapa benda koleksi (sekitar sepuluh amplop) yang ingin saya masukkan ke dalam koleksi saya, karena temanya sesuai. Namun setelah saya lihat harga penawarannya, yaitu AUS $10.000, atau sekitar Rp85.000.000 (dengan kurs Rp8.500), saya jadi berfikir ulang. Ada yang mencoba menawar AUS $7.500, belum dikasihkan juga.
Oh, jadi ternyata, di sinilah rahasianya bahwa hobi filateli bisa mendatangkan uang, yaitu kalau kita bisa menjual mahal sebagian benda koleksi kita. Namun kalau kita sebagai pembeli ya… habis lah uang kita.
Nah, kalau Anda memang masih berniat untuk memenangkan lomba filateli, carilah barang-barang langka seperti ini. Namun, tetap saja belum tentu menang, karena koleksi pesaing Anda …mungkin jauh lebih mahal dibanding koleksi Anda!
Koleksi
Redaksi berhasil menghubungi (dan menemui) rekan Tono Dwi Putranto, yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. Kesempatan baik ini kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk mencari tahu bagaimana Tono mengumpulkan benda filatelinya sedikit demi sedikit (ada juga yang langsung banyak sih). Perjuangannya memang tidak gampang (jadi, Anda yang suka mengeluh, kayaknya tidak bakal kerasan deh bermain di bidang filateli).
Selain itu redaksi juga minta ijin untuk menampilkan koleksi-koleksi beliau yang sudah dipamerkan di berbagai lomba dan pameran. Akhirnya, koleksi dia terbaru, yaitu yang baru saja mendapat berbagai medali di International Stamp Exhibition Taipei 2008 (bulan Maret), ditampilkan di halaman Koleksi. Silakan dilihat-lihat, dipelajari. Anda boleh saja mengunduh gambar atau filenya, tetapi gunakan untuk tujuan baik ya? Benar lho, jangan untuk yang merugikan orang lain.
Lalu kami sempat mengobrol bagaimana perkembangan filateli di Indonesia selama ini dan bagaimana cara kita ikut memajukannya. Kita bersepakat untuk memperluas jaringan dengan mengajak semua teman2 kita untuk bersama-sama memajukan filateli. Kalau Anda belum sempat kami kontak, silakan mendului kontak kami melalui blog ini, dengan memberi saran dan komentar, atau ajakan. Bener lho, supaya bisa maju, kita tidak bisa melakukannya sendirian.


