Media Filatelis

Berbincang tentang filateli

Prangko 50 Tahun Indonesia-Jepang

Kiriman: Agus Wahyudi, Palembang
Sumber: http://www.posindonesia.co.id/headline_detail.php
28 Maret 2008

Tahun 2008 ini hubungan Indonesia dan Jepang memasuki tahun ke-50. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang dimulai pada tahun 1958, dengan ditangatanganinya Perjanjian Perdamaian antara Republik Indonesia dan Jepang dan Persetujuan Pampasan. Dalam perjalanan selama 50 tahun tersebut kedua negara telah meluaskan hubungan kerjasama dan persahabatan bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang kebudayaan, pendidikan dan banyak bidang lainnya. Pada bulan November tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara mengadakan kunjungan kenegaraan ke Jepang. Bersama Perdana Menteri Shinzo ABE, Presiden RI menandatangani pernyataan bersama (Joint Statement) berjudul Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future. Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua kepala negara mengakui bahwa peringatan 50 tahun ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat hubungan persahabatan di berbagai bidang, dan pentingnya menyelenggarakan beberapa acara peringatan guna memperluas dan memperdalam pemahaman antara kedua negara menuju 50 tahun berikut.

Baca selebihnya »

04/04/2008 Ditulis oleh Wing Wahyu Winarno | Informasi, Prangko | , , | & Komentar

Kartupos yang Mulai Langka

Oleh: Agus Wahyudi, Palembang

Saya pernah (dan masih) tertarik untuk mendapatkan hadiah undian dengan mudah, cukup dengan format ketik HP (spasi) A/B/C kirim ke 9999. Sungguh gampang kan? Biasanya biaya per SMS-nya berbeda, bukan tariff normal, mereka menyebut tariff premium Rp 2.000,- (belum termasuk Ppn). Sudah tidak terhitung berapa kali mengirimnya, dan saya yakin jawabannya benar, karena selain pertanyaannya mudah juga tinggal pilih jawaban namun sampai saat ini belum pernah dapat hadiah yang ditawarkan. Sepertinya undian model begini bukan sekedar arisan, tapi memang kategori gambling. Penyelenggara bagaikan sang Bandar yang main dengan teori probabilitas.

Kartupos jaman Hindia Belanda Kartupos lama

Menarik lho, dengan modal sekitar Rp 2.500,- berkempatan dapat hadiah yang tersedia untuk 2 pemenang @ Rp 500.000,- setiap malam, tepatnya tengah malam. Kalaulah setiap malam terdapat minimal 500 SMS jawaban masuk, maka hitungannya sudah bisa dianggap impas. Dapat Rp 1.000.000,- diberikan lagi sebagai hadiah Rp 1.000.000,-. Sedangkan biaya operasional dianggarkan tersendiri yang kelak/diharapkan akan dapat ditutupi dari penghasilan selirih kelebihan jumlah SMS yang masuk. Nggak tahu apakah saat ini masih ada, sebab jarang tidur larut lagi sih.

Baca selebihnya »

27/03/2008 Ditulis oleh Wing Wahyu Winarno | Koleksi, Prangko | , , , , | 1 Komentar

Prangko Cetak Sendiri

Prangko semakin luas saja pengertiannya. Kalau dulu prangko adalah selembar kertas mungil, bergambar cantik, kini Anda harus segera mengubah pemahaman Anda itu.

Prangko kertas dinilai orang tidak praktis, karena untuk membelinya, harus ke kantor pos (atau alternatifnya), lalu dilekatkan ke amplop atau kartupos, lalu diposkan. Anda harus pergi dari rumah ke kantor pos, belum lagi harus jam kerja (mending juga sih beberapa kantor pos sekarang buka di hari libur) dan menghabiskan bahan bakar kendaraan Anda.

//www.stamps.com

Untuk mengatasi hal ini, dinas pos Amerika dan Inggris telah menawarkan suatu solusi baru, yaitu prangko yang bisa dicetak sendiri oleh pembelinya! Kita lihat dulu yang versi Amerika. Kita tinggal “beli software”-nya di kantor pos seharga USD $15.99 (seharga kira-kira 20 prangko pengiriman lokal). Setelah diinstal di komputer Anda, Anda bisa memakai program ini untuk mencetak prangko, lalu menempelnya ke amplop Anda (bisa juga sih Anda cetak di amplop langsung). Komputer Anda harus terhubung ke Internet, agar tersambung langsung ke sistem kantor pos. Oh ya, Anda juga akan mendapat timbangan surat gratis, untuk menimbang surat yang akan Anda kirim dan menginput bobot amplop ke program, sehingga akan dihitung tarif yang benar. Saldo Anda berkurang sesuai dengan jumlah prangko yang Anda cetak.

Setelah itu, Anda tinggal memasukkannya ke bis surat terdekat dan surat akan terkirim. Bila saldo Anda habis, maka Anda harus mengisinya kembali, sudah barang tentu bisa melalui kartu kredit, cek, atau setoran ke kantor pos.

//www.royalmail.com'

Contoh prangko cetakan sendiri

Kalau versi Dinas Pos Inggris sedikit berbeda, karena kita harus membeli softwarenya seharga GBP 49,99 lalu per bulan Anda harus berlangganan sebesar GBP15. Bedanya memang ada biaya tahunan untuk sistem Inggris.

Banyak keuntungan dari sistem pos pribadi ini, yaitu: kita tidak perlu ke kantor pos, bisa mengubah atau membuat tambahan disain di prangko, bisa memberi gambar tambahan (misalnya: logo perusahaan, kata “rahasia”, “barang cetakan”, dsb), dan tidak perlu membayar berlebih (misalnya harus membayar $1.75 tidak harus membeli dua prangko @ $1 jadi $2).

Nah, prangko konvensional mendapat saingan berat lagi :-(

24/03/2008 Ditulis oleh Wing Wahyu Winarno | Pos, Prangko | , , , | Belum Ada Tanggapan

Koleksi Mahal

Salah satu kunci memenangkan lomba filateli adalah adanya “barang langka” di dalam koleksi Anda. Barang langka ini bisa berupa barang yang memang sangat mahal harganya, atau memang barang yang tidak mudah dijumpai di bursa atau pasar koleksi. Untuk barang yang tidak mudah dijumpai di pasar misalnya adalah ada surat (misalnya SHP atau sampul peringatan yang dibubuhi tandatangan asli mantan Presiden, atau surat dari Direktur Penjara Alcatraz ke nama dan alamat Anda, atau surat dari Vatikan, atau surat sejenis lah). Surat ini sebenarnya tidak begitu mahal membuatnya, karena Anda tinggal mengirim surat ke mereka, lalu tunggu balasannya. Atau pas ada kesempatan bagus, Anda bertemu dengan tokoh, minta tanda tangan beliau di salah satu benda koleksi Anda (biasanya sampul/amplop atau kartupos).

Amplop berharga mahal

Bila Anda ingin memiliki benda-benda koleksi yang mahal, sudah barang tentu Anda harus siapkan uangnya. Tetapi, mahal itu berapa sih? Oke, salah satu contohnya adalah, kunjungi saja salah satu situs yang menawarkan “barang-barang langka”, yaitu pada link di bawah artikel ini. Di situs ini tersedia berbagai benda koleksi, mulai dari prangko kuno, amplop dari jaman susah (misalnya dari Perang Dunia I dan II, termasuk dari dalam penjara).

Berapa harganya? Ada beberapa benda koleksi (sekitar sepuluh amplop) yang ingin saya masukkan ke dalam koleksi saya, karena temanya sesuai. Namun setelah saya lihat harga penawarannya, yaitu AUS $10.000, atau sekitar Rp85.000.000 (dengan kurs Rp8.500), saya jadi berfikir ulang. Ada yang mencoba menawar AUS $7.500, belum dikasihkan juga.

Oh, jadi ternyata, di sinilah rahasianya bahwa hobi filateli bisa mendatangkan uang, yaitu kalau kita bisa menjual mahal sebagian benda koleksi kita. Namun kalau kita sebagai pembeli ya… habis lah uang kita.

Nah, kalau Anda memang masih berniat untuk memenangkan lomba filateli, carilah barang-barang langka seperti ini. Namun, tetap saja belum tentu menang, karena koleksi pesaing Anda …mungkin jauh lebih mahal dibanding koleksi Anda!

Kunjungi: http://www.philatelybooks.com/cat_theme.php

22/03/2008 Ditulis oleh Wing Wahyu Winarno | Koleksi, Prangko | , , , | Belum Ada Tanggapan

Prangko 50 Tahun Unpad

Presiden Tandatangani Perangko Seri 50 Tahun Unpad

(12/09/07 14:07. Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2007/9/12/presiden-tandatangani-perangko-seri-50-tahun-unpad/)

Bandung (ANTARA News) – PT Pos Indonesia menerbitkan perangko “Seri 50 Tahun Universitas Padjadjaran” (Unpad) Bandung. Sampul Hari Pertama (SHP) seri perangko itu ditandatangani langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela acara Dies Natalis ke-50 Universitas Padjadjaran di Jalan Dipatiukur, Bandung, Rabu.

“Peluncuran Sampul Hari Pertama (SHP) dan perangko Seri 50 Tahun Unpad dilakukan Selasa (11/9) kemarin, sedangkan Stamp Pack diluncurkan Rabu (12/9) ini di Kampus Unpad,” kata Kepala Divisi Filateli PT Pos Indonesia, Abdusyukur, didampingi Kepala Bagian Produksi Filateli, Tatang Sugiarto.

Berita selengkapnya, silakan klik ke situsnya.

13/09/2007 Ditulis oleh Wing Wahyu Winarno | Kliping, Prangko | , , , | Belum Ada Tanggapan

Buku Panduan Filateli

Tulisan: Eko Prasetyo, Pembina Filateli Remaja Tingkat Nasional, tinggal di Manado
Sumber: Kompas, Jumat, 16 Agustus 2002 (http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0208/16/iptek/buku35.htm)

Stamps bring the world to your door. With the help of stamps you can wander through lands, time and history.

Burton Hobson, 1974. Filateli bukan sekadar kegemaran mengumpulkan prangko atau benda pos lainnya. Untuk menekuni kegemaran ini maka diperlukan pendalaman yang cukup serius. Seorang filatelis selain memerlukan keahlian dalam mengumpulkan benda-benda pos, juga perlu aktif berkomunikasi dengan sesama filatelis baik melalui korespondensi maupun klub filatelis yang ada. Mereka harus membuka wacana filateli melalui artikel, majalah, ataupun buku filateli.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan gejolak berbagai negara saat ini juga memberi pengaruh perubahan pesat terhadap perkembangan dunia filateli. Buku panduan filateli menjadi narasumber utama setiap filatelis, baik pemula atau tingkat lanjut dalam mengembangkan kegemarannya. Di dalam buku itu lazim berisikan sejarah pos, tokoh-tokoh pionir filateli, serta cara dan teknik mengumpulkan prangko yang baik dan benar. Buku itu dapat berukuran buku saku hingga bersampul tebal layaknya sebuah textbook yang ditulis dan diterbitkan oleh penulis lepas atau perusahaan pos suatu negara. Buku panduan kadangkala dapat diperoleh di Kantor Pos, perkumpulan filateli atau toko khusus benda-benda filateli. Baca selebihnya »

16/08/2002 Ditulis oleh Wing Wahyu Winarno | Kliping, Prangko | , , , , | & Komentar