Media Filatelis

Berbincang tentang filateli

Pameran

Pameran filateli merupakan ajang untuk menunjukkan kebolehan para pesertanya dalam menekuni hobi filateli. Pameran dapat diikuti oleh peserta yang diundang panitia untuk memamerkan koleksinya kepada publik, tanpa dinilai untuk dilombakan. Selain itu biasa juga diundang para peserta yang koleksinya akan dilombakan dan dibagi ke dalam beberapa kelas. Koleksi para peserta akan dipasang di panel-panel kaca (atau plastik/mika), dan masing-masing panel menampung 16 lembar atau halaman koleksi.

Tema T-rex Tema VW (Volkswagen) Tema Sepeda Tema Hindia Belanda

Salah satu hal yang memberatkan dari suatu pameran adalah terletak pada penataan panel, yang biasanya bisa mencapai ratusan, atau bahkan ribuan panel. Untuk mengatur panel di dalam ruangan pameran yang cukup besar (paling tidak, setengah luas lapangan sepak bola), memerlukan waktu. Belum lagi memasang lembar-lembar pameran dengan teratur, agar tidak tertukar satu dengan yang lain. Sudah begitu, biasanya pameran pun hanya berlangsung beberapa hari (Pameran Filateli Asia-Pasifik yang akan berlangsung di Jakarta 23-28 Oktober 2008 saja hanya 5 hari). Sungguh merupakan pekerjaan yang agaknya tidak sebanding antara persiapan dengan pelaksanaannya.

Oleh karenanya, kini muncul pameran filateli bersifat virtual, yaitu memamerkan benda-benda koleksi melalui Internet. Salah satu situs yang populer sebagai tempat pameran virtual di Internet adalah www.japhila.cz/hof/index02.htm. Di situs ini dipamerkan berbagai kelompok tema atau spesialisasi, mulai dari kelas A (1 panel) hingga kelas senior atau Open Class (6 panel). Asal Anda punya koneksi Internet yang cepat, punya waktu, dan berminat mengamati masing-masing koleksi, Anda dapat mendownloadnya sedikit demi sedikit untuk kemudian Anda lihat di komputer Anda. Anda dapat belajar dari koleksi yang dipamerkan di sana, untuk memperbaiki koleksi Anda.

Selain itu, ada juga situs milik British Library (http://www.bl.uk/collections/philatelic/exhibition.html) yang juga memamerkan berbagai jenis koleksi benda-benda pos, termasuk yang sudah langka.

Banyak keuntungan yang diperoleh dari pameran virtual ini. Berbagai keuntungan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pameran tidak memerlukan tempat, tidak memerlukan panel, dan tidak memerlukan panitia pameran (minimal untuk menjaga koleksi filateli yang seringkali bersifat langka dan mahal).
  2. Pameran dapat dikunjungi oleh tamu dari berbagai penjuru dunia, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang mereka punya akses ke Internet. Bahkan, pameran dapat berlangsung sampai akhir jaman, sepanjang Internet masih ada. (Hitung juga pemborosan BBM bila pengunjung harus mendatangi lokasi pameran).
  3. Koleksi pameran dapat dilihat tanpa perlu ada risiko hilang atau rusak. Bahkan koleksi filateli masih bisa berada di tangan pemiliknya.

Meskipun demikian, ada juga beberapa kelemahannya, di antaranya:

  1. Pengunjung pameran tidak dapat melihat kondisi sesungguhnya benda-benda yang dipamerkan. Seringkali, koleksi pameran ditampilkan lebih kecil dari ukuran sebenarnya, semata-mata untuk menghemat kapasitas simpan di Internet dan kecepatan koneksi Internet.
  2. Mengurangi sosialisasi antarfilatelis, sehingga mereka hanya akan saling bersahabat dengan hantu. Hantu adalah makhluk yang tidak terlihat tetapi ada, karena memang benar-benar bisa berkomunikasi melalui dunia maya (SMS, chatting, e-mail, dsb).

Nah, sudah ada contohnya seperti apa pameran filateli dapat diselenggarakan secara virtual. Kini, bisakah kita juga memiliki situs sejenis, agar para filatelis senior, filatelis remaja, dan filatelis anak-anak kita, juga dapat menunjukkan koleksinya ke masyarakat dunia?

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar