Media Filatelis

Berbincang tentang filateli

Filateli Tidak Sekadar Mengoleksi Benda Pos

KR, 20/4/2008. Selama ini filateli dikenal sebagai sebuah hobi untuk mengumpulkan prangko dan benda pos lainnya. Benda pos yang dapat dikoleksi merupakan benda-benda yang digunakan untuk berkirim surat, mulai dari sampul (amplop), cap pos, kartupos, warkat pos, sampul peringatan, sampul hari pertama dan berbagai benda lain yang masih berkaitan dengan dunia pos. Benda-benda yang tidak termasuk ke dalam benda filateli, tadinya termasuk meterai dan poswesel. Namun dengan perkembangan dunia surat-menyurat yang semakin menyurut seiring dengan kepraktisan menggunakan e-mail, perkumpulan filatelis sedunia (Federation Internationale de Philatelie) maupun se-Asia Pasifik (Federation Inter-Asia Philatelic) telah merevisi benda-benda yang boleh dikoleksi.

Kini benda filateli meluas tidak hanya benda pos, tetapi juga bukti pungutan (bisa berupa retribusi, pajak daerah seperti pajak televisi dan pajak radio, cukai, dan sejenisnya). Bahkan dalam suatu pameran, boleh juga disertakan benda-benda lain yang bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan benda pos, tetapi masih berkaitan dengan tema koleksi yang dipilih. Benda ini disebut dengan nonphilatelic items, misalnya guntingan koran, karcis bioskop, karcis kereta, karcis masuk tempat hiburan, foto dan sebagainya. Selama ini ada anggapan bahwa filateli adalah hobi mengumpulkan prangko sebanyak-banyaknya.

Hal itu memang tidak ada yang melarang, karena namanya kesenangan, asal tidak menyalahi undang-undang, tentu boleh saja. Namun mengoleksi prangko tanpa pedoman, mirip seperti seorang pemulung yang memungut apa saja, yang penting dapat.

Memilih Tema

Kini organisasi para filatelis di tingkat dunia hingga di tingkat daerah, sudah memberi pedoman kepada para filatelis dan peminatnya, untuk memilih salah satu di antara tema koleksi.

Beberapa tema koleksi tersebut adalah:

a. Sejarah pos (postal history), yang berisi benda-benda pos pada suatu masa. Misalnya Indonesia pada pendudukan Jepang, Pos Hindia Belanda, atau Pos di Masa Revolusi.

b. Pos Udara (aerophilately), yaitu koleksi benda pos yang khusus berkaitan dengan pos udara (air mail).

c. Astronomi (astrophilately), yaitu koleksi benda pos yang bertemakan tentang angkasa luar (bisa gambar atau tulisan). Dalam tema ini boleh ditambahi dengan benda lain, misalnya peta bintang (diambil dari koran atau majalah), atau foto seorang ilmuwan, atau tiket masuk ke salah satu observatorium (misalnya Boscha di Lembang).

d. Tematik (thematic philately), yaitu koleksi benda pos yang berkaitan dengan tema unik, misalnya tentang burung, tentang bunga tropis, kesenian rakyat, kesehatan, dan tema lainnya. Tema inilah yang banyak dipilih oleh para filatelis pemula, karena lebih mudah mencari bahan koleksi dan lebih mudah pula mempelajarinya. Koleksi boleh ditambah dengan benda-benda nonfilateli.

e. Literatur (literature philately), yaitu koleksi yang khusus menampilkan berbagai referensi mengenai sejarah pos suatu negara. Salah satu filatelis ada yang memamerkan 16 halaman koleksi, yang hanya terdiri dari satu lembar prangko saja, sisa halaman lainnya diisi dengan daftar tarif pengiriman pos di suatu daerah pada masa tertentu. Meskipun bisa tidak ada prangkonya, namun tema ini tergolong rumit dan tidak disarankan untuk pemula.

f. Kartupos bergambar (maximaphily atau maximaphilately), yaitu koleksi yang hanya terdiri dari kartupos, namun tidak sembarang kartupos, karena yang dikumpulkan adalah kartupos tertentu, misalnya khusus bergambar suatu tema. Koleksi ini menarik, karena gambarnya bagus-bagus dan lebih besar daripada prangko.

g. Filateli fiskal (revenue stamps), yaitu koleksi yang khusus diisi dengan benda-benda tanda pungutan pajak, iuran, retribusi, cukai, meterai, dan sejenisnya.

Di Indonesia banyak karcis dan benda lain yang bisa dikoleksi, misalnya dulu pernah ada karcis iuran televisi dan radio, stiker untuk sepeda, becak, andong, dan gerobag (disebut peneng atau plombir). Pada pameran dan lomba filateli di tingkat nasional maupun internasional, selain dibagi pada kelompok tema di atas, peserta masih dibagi ke dalam beberapa kelas, mulai dari remaja (antara 14-15 tahun) hingga kelompok senior (di atas 40 tahun). Koleksi yang paling ringan adalah setara dengan 16 halaman kertas kuarto (disebut dengan 1 panel, karena akan mengisi satu panel pameran). Kelompok tertinggi adalah 5 panel (berarti 5×16 halaman = 80 halaman koleksi).

Dalam satu halaman dapat diisi 4-8 prangko, dan disertai dengan benda koleksi lain, bisa cappos, bisa kartupos, bisa guntingan berita di koran (namun jangan lebih dari 5% jumlah keseluruhan koleksi Anda). Selain itu juga masih disediakan kelas khusus (disebut Open Class) yang terbuka baik untuk para spesialis yang sulit, maupun para pemula di bidang koleksi filateli. Hal ini sangat tergantung pada kondisi di suatu daerah atau negara. Kalau negara yang sudah maju (seperti negara Eropa), Open Class banyak dibuka untuk para filatelis senior. Sedang di negara yang masih berkembang (seperti Indonesia), lebih banyak dibuka untuk para filatelis pemula.

Pameran Filateli

Meskipun kurang gencar beritanya, namun di Indonesia (bahkan di Yogyakarta), hampir setiap tahun diselenggarakan pameran dan lomba filateli. Dalam pertengahan April ini, akan ada Pameran Nasional Filateli di Kantor Pos Malang selama seminggu. Pada 23-28 Oktober 2008, bahkan akan diselenggarakan Pameran Filateli Internasional di Jakarta. Pada pameran tersebut, para filatelis dari berbagai negara akan adu kebolehan menampilkan koleksinya.

Prestasi para filatelis DIY dan Jawa Tengah selama ini cukup membanggakan, karena selalu mendapat nilai tinggi, sehingga selalu bisa membawa pulang medali. Seperti awal bulan Maret 2008 lalu, pada Pameran Filateli Internasional di Taiwan, ada 4 orang filatelis DIY dan Ja-teng yang berhasil menyabet medali perunggu hingga perak, dan ada 5 orang filatelis dari Jakarta dan Jawa Barat yang juga meraih medali tersebut.

Bulan-bulan ini, para filatelis sedang menyiapkan diri mengatur koleksi filatelinya. Agar menang, mahalnya harga benda koleksi bukan penilaian utama, tetapi justru kesulitan memperoleh benda koleksilah yang mendapat nilai tinggi. Misalnya saja, seorang filatelis menyurati seorang kepala negara dan dibalas, meskipun sampulnya hanya diberi prangko biasa, tetapi karena ada identitas kepresidenan, maka nilainya cukup tinggi. Sudah saatnya kini semua pihak perlu bahu-membahu memasyarakatkan kegiatan filateli, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, bahkan untuk para orang tua dan para eksekutif. Kegiatan ini baik untuk mendidik generasi muda, sekaligus untuk meningkatkan promosi wisata Indonesia ke dunia internasional. q – c (Wing Wahyu Winarno, http://maswing.wordpress.com)

20/04/2008 - Posted by | Kliping | , ,

3 Komentar »

  1. sahabatku filateli
    saya mempunyai koleksi prangko mulai tahun 1684 dan masih banyak lainya prangko lama..
    bagi para sahabat filateli yang berminat bisa hubungi di no.087727965772 atau 082226780742
    terima kasih sahabat filateli..
    salam sukses..

    Komentar oleh nur aminah | 01/02/2014 | Balas

  2. Kapan di adakan pameran filateli d jakarta dan tempat kumpul para filateli jual beli y tolong kabarin sy d 02194497696

    Komentar oleh AG | 18/12/2011 | Balas

  3. salam filateli,…
    saya pnya koleksi perangko dunia…
    mulai th 1958.
    perangko2 tersebut rencana akan saya lelang…
    mungkin kalu ada yg berminat …
    langsung aja hubungi saya di no 085648624786

    terima kasih…

    Komentar oleh romadhon arif firmansyah. | 21/09/2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s