Media Filatelis

Berbincang tentang filateli

Sosok

Halaman ini akan berisi informasi singkat mengenai seseorang yang berkaitan dengan filateli. Tujuannya agar kita semua saling mengenal, sehingga terjalin tali silaturahmi yang baik. Siapa saja, tidak harus pejabat tinggi, tidak harus pengurus organisasi besar, tapi seorang pelajar yang baru mulai memasuki dunia filateli pun bisa kita cantumkan di sini, asal ada cerita yang bisa membuat kita terpesona. Silakan kirimkan calon Anda.

Letjen TNI (Purn) SoeyonoLetjen TNI (Purn) Soeyono

 Berthold Sinaulan Berthold Sinaulan

Tamu Kita

Gita Noviandi

Pak GitaTamu kita kali ini adalah Bapak Gita Noviandi (selanjutnya kita sapa Pak Gita), yang tinggal di Kiaracondong, Bandung. Pak Gita menjadi filatelis sejak kelas 3 SD karena ikutan orang tuanya, yang juga senang filateli. Tema yang dipilih Pak Gita salah satunya adalah The Scout Movement” atau “Gerakan Kepanduan”. Hampir setiap negara yang memiliki nilai kelangkaan tinggi untuk tema itu, pasti saya Pak Gita kejar sampai dapat, baik melalui administrasi pos, para kolektor, ataupun pedagang dari negara yang bersangkutan.

Pak Gita berprofesi sebagai wiraswasta, dan bidang yang dipilihnya adalah software house dan dealer filateli dan numismatik. Tidak heran bila beliau juga memiliki situs untuk memasarkan usahanya, lihat saja di www.gitastamps.com. Meskipun memiliki kesibukan yang luar biasa, tetapi Pak Gita masih aktif juga di beberapa organisasi. Beliau menyebut, paling tidak ada tujuh posisi yang saat ini sedang beliau jalani, yaitu:

1. Anggota Tim Pokjanas Ditjen Postel Depkominfo
2. Pengurus Pusat PFI (di Seksi Remaja, bersama-sama dengan Pak Berthold Sinaulan)
3. Juri Filateli Nasional PP PFI
4. President of Indonesian Topical Association
5. Anggota American Topical Association (ATA) – USA
6. Anggota American Philatelic Society (APS) – USA
7. Anggota Scout On Stamps Society International (SOSSI) – USA

Bagaimana Pak Gita memulai dan menekuni hobi filateli? “Sebenarnya berawal dari senang korespondensi, waktu saya duduk di bangku SLTP karena ada pelajaran keterampilan menulis surat,” katanya. Beliau menambahkan: “Saya mencoba mengirim surat ke seluruh dunia, khususnya ke alamat administrasi pos, bagian filatelinya. Setiap surat saya berisi permohonan agar data dan alamat saya terdaftar di negara mereka, minta jadwal penerbitan benda filateli dalam setahun negara mereka, bagaimana membuka standing order (account) di negara mereka, daftar benda filateli yang masih bisa didapat atau dibeli, dan tidak lupa meminta sample atau contoh prangko!”.

Apakah dijawab Pak? “Alhamdulillah beberapa negara berbaik hati memberi contoh prangko beneran (biasanya ada cetak tindih SPECIMEN), tetapi ada dari beberapa negara di Africa memberi sampai satu paket besar, dari situ saya mulai mencoba jualan benda filateli sampai sekarang.” Hasilnya lumayan ya Pak? “Yah, saya sudah bisa membeli rumah, jalan ke luar negeri, dan yang paling penting, bisa membahagiakan orangtua dan keluarga,” jawabnya.

Lalu menurut Bapak, bagaimanakah mengembangkan filateli di Indonesia pada masa-masa mendatang? Saya optimis filateli di Indonesia akan lebih maju lagi asalkan pihak Pos, PFI (Perkumpulan Filatelis Indonesia) dan APPI (Asosiasi Pedagang Prangko Indonesia) sama-sama berkomitmen dan bekerja sama!

Pos Indonesia berperan dalam menerbitkan benda filateli dengan inovasi-inovasi baru, misalnya membuat prangko dari kayu/harum kayu cendana, seperti negara Austria membuat prangko bordir atau Swiss dengan prangko coklatnya. Selain itu juga kembali ke asalnya mencetak prangko untuk pengeposan bukan untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Coba lihat terbitan tahun-tahun sebelumnya kalau kita hitung harga nominal prangko sangat mahal, apakah anak SD/SMP/SMA sanggup membelinya? Luar biasa tingginya harga prangko di Indonesia.

PFI secara rutin mengadakan pelatihan dan pembinaan filateli ke sekolah-sekolah dan bila perlu kampus-kampus. Meskipun banyak juga para orang tua yang berminat, tetapi sebagian besar filatelis kita, berasal dari para pelajar dan mahasiswa. Di tangan merekalah filateli Indonesia kelak berkembang.

APPI menciptakan pasar dan menyelenggarakan bursa benda filateli yang bisa memenuhi kebutuhan para kolektor, baik pemula maupun para spesialis. Sebisa mungkin kegiatan ini bersifat rutin di berbagai kota. Kalau perlu, tiap tahun diadakan bazar dalam skala besar dan diumumkan ke seluruh dunia. Pasti banyak wisatawan asing yang juga berminat. Apalagi seperti tahun ini, ada program Visit Indonesia Year 2008.

[Nama: Gita Noviandi. Kelahiran: Karawang, 1 November 1976. E-mail: info@gitastamps.com. Situs: www.gitastamps.com (bulan April 2008 mau di-update lho)]

14 Komentar »

  1. Hallo saya juga punya koleksi prangko pada tahun 1861,1877,1905,1927,1947,1977 hingga tahun 1990 an juga ada. yang berminat hubgi 0812 6957 5848

    Komentar oleh weldy Lban | 19/12/2014 | Balas

  2. ato bsa melalui sms ke 081328445559

    Komentar oleh kania | 30/10/2014 | Balas

  3. saya mau jual prangko kuno ada ned indie bisa hub lewat email fitrika1313december@gmail.com
    dan prangko kuno lainnya dari dalam & luar negeri

    Komentar oleh kania | 30/10/2014 | Balas

  4. assalamualaikum.saya mau lelang perangko kuno mulai tahun 50,an jumlah sekitar 250 lembar alamat singosari malang nomer hp 087759967234

    Komentar oleh kari ryo | 08/07/2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s